Kamis, 04 Mei 2017

Buah dan Sayur yang Cocok untuk Dijadikan Detox





Mam, semenjak lahir, Anda telah menghirup berbagai macam bau dan menelan berbagai macam makanan dan minuman. Hal itu menyebabkan tubuh Anda menyimpan toksin (kotoran) yang berakibat negatif bagi tubuh. Toksin bisa berasal dari polusi kendaraan yang selama ini Anda hirup, atau pestisida dan bahan kimia yang berasal dari makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Oleh sebab itu, tubuh memerlukan detoksifikasi rutin agar toksin yang berada dalam tubuh bisa dikeluarkan...

Apa itu detoksifikasi? Secara sederhana, detoksifikasi adalah proses dimana seseorang membersihkan tubuh mereka dari toksin dengan melakukan perubahan gaya hidup. Sebenarnya, tubuh melakukan detoksifikasi alami seperti mengeluarkan keringat, buang air kecil dan besar. Namun, detoksifikasi ini tidak bisa berjalan maksimal karena terhambat oleh pola makan yang tidak sehat, seperti: kurang meminum air putih, kurang mengonsumsi makanan rendah serat, atau mengonsumsi makanan tinggi lemak dan minum alkohol, kopi, dan teh secara berlebihan.
Erika Lebang, pegiat gaya hidup sehat dan penulis buku Detoksifikasi, dalam situs web National Geographic Indonesia menyatakan bahwa detoksifikasi bisa dimulai dari puasa makanan yang tidak sehat dan mulai mengonsumsi buah-buahan, sayuran kaya antioksidan, dan minumnya air putih. Detoksifikasi juga bisa dilakukan melalui juice cleansing, atau hanya meminum jus buah dan sayur yang diolah secara khusus menggunakan alat tertentu.

Mengonsumsi Buah dan Sayur yang Tepat

Mam, Anda dapat melakukan detoksfikasi dengan mengonsumsi buah dan sayur guna memberikan hasil yang maksimal. Berikut adalah daftar buah dan sayur yang dapat Anda konsumsi untuk detoksifikasi tubuh. Beberapa diantaranya mengandung banyak serat dan air yang tinggi, jadi Mam tidak perlu khawatir kelaparan selama melakukan proses detoks.
  1. Kubis

Sayuran ini mengandung sedikit kalori namun memiliki kalsium, vitamin A, vitamin C, dan vitamin K yang tinggi. Satu bongkah kubis juga mengandung fitonutrien dan antioksidan di dalamnya. Kubis memiliki tekstur yang renyah saat mentah, jadi apabila Anda ingin mencampurnya dalam salad, pastikan Anda telah memotongnya dengan ukuran yang tepat.
  1. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggak, asam lemak omega 9, antioksidan, vitamin E dan C, serta kolagen. Kadar serat dalam alpukat juga cukup tinggi sehingga pencernaan Anda akan lebih sehat.
  1. Apel

Dilansir dari The Huffington Post, apel mengandung sejenis serat yang berguna untuk membersihkan kandungan metal dalam tubuh, atau biasa disebut pektin. Apel juga dapat membantu menyingkirkan parasit pada usus, merawat kulit bermasalah, mengobati peradangan di kandung kemih, dan mencengah gangguan fungsi hati.
  1. Bit

Bit mengandung gula yang tinggi yang dipercaya ampuh untuk menangkal radikal bebas, membersihkan darah, dan hati. Selain itu, bit juga mengandung banyak vitamin A, mangan, dan nitrat. Sebagian orang mengonsumsi bit dengan mencampurkannya dalam jus dengan bahan dasar smoothie susu kedelai, atau menambahkannya ke dalam campuran salad. Jika setelah mengonsumsi bit warna urin Anda menjadi merah, oranye, atau merah muda, Anda tidak perlu khawatir. Ini wajar terjadi karena proses detoksifikasi yang terjadi.
  1. Nanas

Nanas digadang-gadang baik dikonsumsi untuk mencegah kanker karena mengandung antioksidan yang berkhasiat untuk menangkal radikal bebas. Nanas kaya akan vitamin A, C, mineral, dan mangan.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar