kebun raya bogor
Papan Petunjuk Tempat Kebun Raya Bogor


Ke Kebun Raya Bogor? Untuk apa? Paling juga melihat pohon-pohon saja? Tidak ada yang aneh dan menarik!


Rasanya, celetukan seperti itu terdengar cukup sering kalau kita mengajak teman atau keluarga pergi ke Kebun Raya pertama di Asia Tenggara ini.

Bukan hanya kalau yang diajak berasal dari luar Bogor. Bahkan warga Bogor sendiri sering sulit diajak berkunjung ke Kebun Botani. Padahal katanya Kebun Raya Bogor merupakan kebanggaan penduduk Kota Hujan ini. Lalu mengapa sepertinya sulit sekali mengundang mereka untuk mendatangi tempat yang secara resmi mulai dibangun tahun 1817.
Apakah memang tidak menarik? LOVELY BOGOR (LB) rasa tidak. Kebun Raya Bogor adalah sebuah tempat yang luar biasa menarik. Entah sudah berapa puluh kali penulis berkunjung ke kebun di belakang Istana Bogor ini, tetap saja selalu ada keinginan untuk kembali dan kembali lagi.
Mungkin ada sesuatu yang salah dengan cara menikmatinya. Tentu, bila kita menginginkan sebuah tempat modern yang penuh dengan wahana permainan yang mengundang adrenalin, Kebun Raya Bogor tidak menyediakan hal tersebut.
Setelah dipikir-pikir, alasan yang paling masuk akal adalah karena mereka tidak “mengenal” atau tahu spot-spot mana yang menarik dan harus dikunjungi. Sepenglihatan LB, tidak jarang wisatawan seperti kebingungan setelah melewati Gerbang Masuk Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor
Sayangnya, memang masih kurang banyak tulisan yang membahas mengenai bagian-bagian dalam Kebun Raya Bogor. Tanpa kehadiran seorang guide yang menemani, mengarahkan dan menceritakan tentang cerita-cerita terkait dengan sebuah bagian di dalamnya,
Tidak heran para pengunjung Kebun Raya Bogor agak pusing . Pusing untuk mencari apa yang bisa dinikmati di dalam sebuah kebun raksasa yang memiliki 15,000 spesies tanaman ini.
Alhasil, Kebun Raya Bogor menjadi hanya sebuah kebun biasa dengan pepohonan. Tidak ada yang menarik.
Bagi warga Bogor sendiri, Kebun Raya Bogor sendiri adalah sebuah misteri. Terbatasnya sumber informasi, atau bisa juga karena terlalu banyaknya cerita terkait Kebun Botani raksasa ini, sering membuat mereka juga terkadang tidak mengenali bagian-bagian dari Kebun Raya Bogor.
LB membuktikan ketika mem-posting beberapa foto dari kebun yang sering disingkat dengan KRB ini ke komunitas Bogor di dunia maya. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul menyiratkan kalau masih banyak masyarakat Bogor yang tidak mengenal bahwa itu adalah bagian dari kebanggaan mereka.
Ironis? Bisa jadi.
Nah, untuk mengurangi “buta Kebun Raya Bogor”, bagaimana kalau LB menawarkan diri menjadi guide bagi Anda, pembaca LOVELY BOGOR. Free of charge, gratis. Hanya, karena kesibukan kerja sehari-hari, penulis hanya bisa menawarkan menjadi guide di dunia maya. Bentuknya dalam sebuah tulisan.
Tidak akan ada cerita mengenai sejarah karena hal tersebut bisa dibaca pada tulisan sebelumnya Sejarah Kebun Raya Bogor – kerjasama antar bangsa?. Kali ini, hanya tentang spot-spot mana saja yang mungkin menarik bagi para wisatawan (dan juga Anda tentunya)
Tulisan ini akan menjadi panjang. Oleh karena itu, bila Anda ingin menyiapkan sedikit cemilan atau minuman, LB persilakan. Rasanya, memang kedua hal tersebut akan dibutuhkan dalam “perjalanan” kita mengelilingi Kebun Raya Bogor di dunia maya. Kalau di dunia, nyata keliling Kebun Raya Bogor mencapai 4 kilometer, maka di dunia maya kira-kira mencapai 5000-6000 kata. Sebuah perjalanan yang panjang.
Jadi bersiaplah untuk “jalan-jalan” sedikit.
Kalau sudah siap, mari kita mulai perjalanan kita keliling Kebun Raya Bogor .

Tempat Menarik di Kebun Raya Bogor

Daftar tempat menarik di Kebun Raya Bogor akan dimulai dengan :

1. MONUMEN LADY RAFFLES




Kebun Raya Bogor
Monumen Lady Raffles

Bukan karena sejarahnya. Bukan pula karena bentuknya. Alasannya sederhana, ini adalah tempat menarik yang pertama akan ditemukan ketika Anda melewati Pintu Masuk Utama Kebun Raya Bogor.
Apa menariknya dari Monumen Lady Raffles?
Bukankah kisah cinta akan selalu menarik perhatian manusia. Kisah cinta di televisi saja bisa mengharu biru perasaan penonton. Apalagi tempat ini.
Disini tersimpan perasaan seorang penjelajah ulung asal Inggris, seorang jenderal yang tangguh dan sudah memenangkan banyak perang. Hanya saja, ketika melihat puisi pada prasasti yang terdapat di dalam bangunan bercungkup ini, pastilah Anda akan merasa trenyuh dan terharu. Hati Anda akan “meleleh”.
Anda akan merasa seperti melihat bayangan sepasang insan yang begitu menyayangi tetapi maut memisahkan mereka.
Untuk mengetahui puisi apa yang ada di dalam bangunan ini, silakan baca Monumen Lady Raffles – Monumen Cinta .
Pintu Masuk terdekat dengan tempat ini : GERBANG UTAMA di sebelah Selatan yang berada di depan Pasar Bogor.

2. DANAU GUNTING




Danau Gunting Kebun Raya Bogor
Danau Gunting

Dari Monumen Lady Raffles, tergantung arah mana yang Anda tuju, ada beberapa tempat yang pantas untuk dikunjungi. Nah, saran saya, ambil arah yang lurus saja. Ada satu spot menarik. Bukan hanya pemandangannya, tetapi juga banyaknya kisah misteri yang bertebaran terkait lokasi ini.
Lokasi yang dimaksud adalah sebuah danau kecil, namanya Danau Gunting.
Bayangkan, kalau Anda berada di sekitar danau ini di waktu malam hari, sambil mengingat beberapa cerita yang melingkupi danau ini. Mulai dari penampakan seorang noni Belanda di pulau kecil di tengah danau hingga seekor ular besar yang bisa menghilang begitu saja.
Bukankah akan terasa bagai berada di dalam sebuah seri dalam acara Alam Gaib di sebuah stasiun televisi.
Berjalanlah sedikit ke arah dimana terlihat menara dari Istana Bogor, maka dihadapan Anda akan terlihat dunia berwarna pink. Sebaran Nymphaea Alba dan Rubra (alias Teratai atau Lotus) akan membuat mata tidak bisa berpaling karena keindahan bunga mereka.
Itulah sisi menarik tempat ini. Bila Anda membutuhkan bukti lebih lanjut, silakan baca Danau Gunting – Keindahan Bercampur Misteri.
Pintu Masuk Kebun Raya Bogor terdekat dengan Danau Gunting adalah Gerbang Masuk Utama.

3. PRASASTI REINWARDT & PEKARANGAN BELAKANG ISTANA BOGOR




Kebun Raya Bogor
Pemandangan Pekarangan Belakang Istana Bogor

Tunggu sebentar. Sebelum Anda beranjak dari Danau Gunting, luangkan waktu Anda sejenak. Ada dua hal yang menarik untuk Anda lihat dari sisi danau ini.
Yang satunya tepat berada di sisi kiri (bila dari arah Gerbang Masuk Kebun Raya Bogor). Ini sesuatu yang sering terlewat karena pengunjung seringkali terpesona dengan keindahan si Bunga Teratai Pink.
Bentuknya adalah sebuah prasasti. Kalau Anda tidak tahu kisah sejarah yang meliputinya, maka prasasti ini hanyalah sebuah batu biasa. Tetapi, bila melongok sejenak ke belakang, maka nama yang terpahat di atas prasasti tersebut rasanya akan membuat Anda kagum.
Ya, karena prasasti tersebut dibuat untuk mengenang Georg Karl Reinwardt, si pendiri Kebun Raya. Dari tangannya lah, Kebun Raya Bogor lahir. Tugu atau prasasti ini dibuat untuk menghormati jasanya terhadap tempat kebanggaan warga Kota Hujan dan Indonesia ini. Jadi, hentikanlah langkah sejenak untuk melihatnya.
Setelah itu palingkan wajah Anda ke arah Utara. Bisa temukan apa yang menarik di arah tersebut?
Pasti. Sebuah pemandangan bangunan berwarna putih yang gagah dan anggun akan menyambut mata Anda. Ditingkahi dengan warna hijau rumput. Sebuah bangunan yang menyimpan cuplikan dari sejarah panjang Kota Bogor dan juga Indonesia.
Tidak perlu disebutkan lagi karena Anda pasti sudah mengetahui bangunan apa yang dimaksud. Ya, betul itu adalah Istana Bogor, tepatnya pekarangan belakang dari istana yang pertama kali dibangun pada tahun 1745. Untuk lebih jelasnya tentang Istana Bogor, bisa membaca tulisan di website ini, yaitu Istana Bogor – kisah sebuah perjalanan.
Belum selesai sampai disitu. Masih ada beberapa hal yang hendak saya sarankan sebelum Anda melangkahkan kaki meninggalkan sisi Danau Gunting.


Patung Tangan Tuhan - The hand of God di Kebun Raya Bogor
Patung Tangan Tuhan di Kebun Raya Bogor

Sapukan pandangan mata Anda ke sekitar halaman belakang Istana Bogor tadi. Adakah yang membuat Anda ingin tahu? Kalau mata Anda jeli, maka Anda akan bisa menemukan beberapa benda lain di pekarangan tersebut yang tidak kalah menariknya. Benda-benda yang LB maksud berbentuk patung.

Patung Tangan Tuhan


Patung yang paling mungkin akan ditemukan pertama kali adalah Patung Tangan Tuhan alias The Hand of God. Sosok sebuah tangan yang menjunjung postur seorang laki-laki yang sedang menengadahkan kepala dengan mulut terbuka tidak seharusnya terlewat.
Patung yang merupakan replika dari karya seorang anak didik pemahat Perancis terkenal, Auguste Rodin, bernam Carl Milles ini terpasang di tempat tersebut sekitar tahun 1963. Sebuah tahun spesial dimana ketika itu, Irian Jaya, atau Papua namanya sekarang bergabung dengan NKRI.
Patung ini merupakan persembahan dari Pemerintah Swedia.
Bila Anda ingin mengetahui sekilas mengenai patung ini, silakan kunjungi tulisan Patung The Hand Of God Di Istana Bogor.

Patung The Little Mermaid alias Si Duyung Kecil


Yang kedua, dari sisi Kebun Raya dimana Anda sekarang berdiri, seharusnya terlihat sebuah sosok patung lain.  Tidak menjulang tinggi seperti patung The Hand of God. Wujudnya seperti seorang gadis yang sedang merenungi sesuatu sambil menatap riak air.


The Little Mermaid Statue
The Little Mermaid Statue

Patung ini adalah replika dari Patung Little Mermaid, sebuah karya yang diilhami oleh pengarang cerita anak-anak terkenal, Hans Christian Andersen. Ukurannya tidak sebesar aslinya di Kopenhagen, tetapi penampilannya sangat mirip dan unik. Bentuknya sangat pas sebagai penunggu kolam teratai.
Sosoknya sangat mengingatkan akan kisah patah hati seorang duyung kecil yang jatuh cinta kepada seorang manusia.
Patung ini juga merupakan persembahan tanda persahabatn dari sebuah negara sahabat dari benua Eropa. Negara mana yang dimaksud? Untuk mengetahuinya, Anda bisa membaca Patung Little Mermaid di Istana Bogor di LB.
Memang kedua patung ini bukan berada di wilayah Kebun Raya Bogor. Pengelolaan Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor sudah dipisahkan sejak tahun 1868. Meskipun demikian, tidak ada yang melarang untuk menikmati keduanya  dari arah Danau Gunting.
Pintu Masuk terdekat untuk bisa melihat sudut Kebun Raya Bogor yang ini ada dua, yaitu Gerbang Utama dan Pintu Masuk II yang berada di sebelah Kantor Pos Bogor. Jarak dari kedua titik tersebut kurang lebih sama, sekitar 150-200 meter saja.

Sebelum melanjutkan ke lokasi menarik berikutnya, sama seperti ketika Anda berjalan kaki di Kebun Raya Bogor, tentu istirahat sejenak akan dibutuhkan. Luas Kebun Raya Bogor yang 87 hektar tersebut akan menguras tenaga dan sudah pasti dibutuhkan istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga.


Kebun Raya Bogor
ISTIRAHAT SEJENAK

Kalau di dunia nyata, tentu Anda akan selonjoran sebentar di bangku-bangku yang ada di Kebun Raya Bogor. Hanya, karena saat ini Anda di dunia maya, mungkin makan cemilan dan minum kopi yang sudah disiapkan akan membantu mengistirahatkan sejenak. Kalau di tempat aslinya, masih kurang lebih 3 kilometer untuk menyelesaikan perjalanan. , kalau disini, masih kurang lebih 2000-2500 kata lagi sebelum kita sampai pada ujungnya.
Sudah istirahatnya? Bagaimana kalau dilanjutkan perjalanannya.
Dari tempat Anda berdiri sekarang, di dekat Prasasti Reindwardt, berpalinglah ke arah kiri, arah Barat. Akan terlihat rumpun bambu yang sangat rimbun. Batangnya banyak yang agak doyong ke jalan. Nah, tempat itulah yang akan dituju.
Apa yang akan ditemukan disana?

4. Pemakaman Belanda Kuno


(Pintu Kebun Raya Bogor terdekat adalah Pintu II alias Pintu dekat Kantor Pos Bogor)
Lha. Mengapa harus kesana? Bukankah menyeramkan?
Memang, komplek pemakaman Belanda kuno ini agak menyeramkan. Rimbunnya pohon bambu membuat suasana di sekitar komplek gelap karena cahaya matahari sulit menembus tebalnya rumpun bambu. Nuansanya tidak jarang membuat bulu kuduk berdiri.
Hanya, tempat ini tidak bisa dilepaskan dari Kebun Raya Bogor. Beberapa makam kuno yang berada di kuburan tua ini berkaitan dengan keberadaan Kebun Raya Bogor di masa lalu.  Nama-nama Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt tertera pada salah satu makam, ya satu makam karena kedua orang ini dimakamkan dalam satu lubang.
Keduanya adalah dua orang yang cukup berjasa dalam menginventarisir berbagai jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia. Mereka adalah dua orang ahli biologi muda yang dikirimkan ke Indonesia untuk mempelajari dan mengumpulkan spesimen hewan dan tumbuhan asli Nusantara.


Kebun Raya Bogor
Pemakaman Belanda Kuno

Selain itu, salah satu makam yang terdapat dalam pemakaman kuno Belanda ini, berusia bahkan lebih tua dari Kebun Raya Bogor sendiri. Untuk mengetahui yang mana makam tertua, silakan kunjungi tulisan Pemakaman Belanda Kuno Di Kebun Raya Bogor.
Sebenarnya suasana disini tidaklah menyeramkan. Tentu kalau Anda sudah mendengar mengenai kisah penampakan sosok berbaju putih dan berambut panjang, bisa jadi rasanya Anda akan ingin segera kabur dari lokasi.
Hanya, LB sendiri merasa tempat ini lebih ke arah “sepi” dibandingkan menyeramkan. Tidak terbayangkan, perasaan orang-orang yang “beristirahat” disana. Jauh dari tanah kelahirannya. Jauh pula dari keluarga yang berada 13,000 Km saat mereka menjelang akhir hayatnya.
Rasanya, pastilah ada rasa kesepian di hati mereka.
Itulah yang mungkin lebih terasa ketika duduk sejenak menghadap ke nisan-nisan bisu. SEPI.
Tapi, OK-lah kalau Anda merasa suasana terlalu seram disini. Kita bisa lanjutkan lagi perjalanan kita. Kali, ini kita menuju sebuah tempat penuh cahaya yang hanya beberapa belas meter saja dari tempat Anda berada saat ini. Ikuti saja jalan setapak ke arah cahaya tersebut.

5. Taman & Tugu Teijsman


Betul kan. Anda sekarang sudah berada di sebuah tempat lapang yang sangat berbeda dengan suasana temaram di Pemakaman Belanda Kuno. Tempat yang ini justru bermandikan cahaya.


Kebun Raya Bogor
Taman Teijsman

Nama tempat dimana Anda berada saat ini adalah Taman Teijsman. Lohat ke bagian tengahnya dimana terdapat sebuah tugu berbentuk obelisk yang seakan menjadi pusat dari sekitarnya. Tugu tersebut disebut dengan Tugu Teijsman.
Siapa itu Teijsman dan mengapa ada Taman dan Tugu Teijsman di Kebun Raya Bogor. Untuk penjelasan lebih lanjut, ada baiknya Anda mengunjungi tulisan sebelumnya berjudul Tugu Teijsman – Kebun Raya Bogor. LB tidak akan menjelaskan terlalu jauh mengenai latar belakangnya.
Yang ingin diperlihatkan tentang tempat ini adalah sebagai salah satu spot di Kebun Raya Bogor yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Sebuah tugu berbentuk obelisk di tengah dengan latar belakang pepohonan besar dan dengan hijaunya rumput melebur menjadi sebuah landscape yang luar biasa cantik.
Kalau Anda beruntung, akan terlihat kelelawar beterbangan karena pepohonan besar seperti yang terlihat pada foto adalah dimana mereka sering bergantung.
Tempat ini juga tidak terlalu ramai karena kebanyakan pengunjung lebih memilih langsung mengarah ke tempat yang lebih luas dari Gerbang Utama. Taman Teijsman lebih dekat ke Pintu II Kebun Raya Bogor.
Bagi Anda penggemar fotografi, rasanya spot ini akan menyediakan banyak sudut yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan foto-foto yang indah. Apakah Anda membawa kamera? Meskipun bukan kamera DSLR , sebuah kamera smartphone pun akan menghasilkan gambar-gambar yang memukau disini. Silakan dicoba kalau tidak percaya.
Kalau Anda sudah puas mengambil foto-foto pemandangan disini, bisa kita lanjutkan. Kalau belum puas, karena waktu kita tidak banyak, Anda bisa melihat foto-fotonya di menu Bogor Dalam Lensa LOVELY BOGOR. Beberapa gambar Taman Teijsman ada disana.
Lalu kemana kita akan pergi? Kita akan mengikuti jalan setapak, atau juga jalan aspal dan mengarah ke Selatan. Yak, kita mengarah kembali ke Gerbang Utama tetapi tidak untuk keluar Kebun Raya Bogor dan pulang. Ada dua tempat yang LB ingin Anda lihat.
Tempat yang paling utama adalah sebuah museum, yaitu Museum Zoologi. Hanya sebelum itu, ada sebuah bangunan yang akan kita lewati sebelum mencapainya. Bangunan tersebut bernama

6. Laboratorium Treub & Wisma Tamu Nusa Indah




Kebun Raya Bogor
Treub Laboratorium

Mungkin Anda sudah pernah melihat tempat ini. Biasanya hanya selintas di layar televisi saja.  Mungkin ya? Kalaupun lupa, Anda dimaafkan.
Sebenarnya lokasi dimana kedua bangunan ini berada sudah berulangkali muncul di layar televisi. Biasanya muncul sebagai background bagi shooting sinetron yang biasa muncul di layar kaca.
Tidak mengherankan . Selain berlatar pemandangan indah dan langit biru, kedua bangunan ini akan sesuai untuk sinetron berlatar belakang kisah masa lalu. Bangunan-bangunan ini jelas menyisakan peninggalan gaya arsitektur zaman kolonial Belanda dahulu. Terlihat dari bentuk atap dan juga ornamen-ornamen yang terdapat pada keduany.
Kedua tempat ini seharusnya merupakan tempat yang menarik. Sayangnya justru kebanyakan pengunjung Kebun Raya Bogor, hanya menoleh sekilas dan melanjutkan perjalanan.
Bangunan pertama memiliki tulisan Treub Laboratorium. Gedung ini merupakan salah satu laboratorium yang didirikan pada masa Belanda dulu untuk melakukan penelitian.  Dalam bangunan inilah, penelitian fitokimia (zat kimia yang berasal dari tumbuhan) di Indonesia pertama kali dilakukan.


Kebun Raya Bogor
Wisma Tamu Nusa Indah

Nama laboratorium sendiri, yaitu Treub Laboratorium diambil dari nama salah seorang Direktur Kebun Raya Bogor, yaitu Melchior Treub, seorang ahli botani yang mengabdikan dirinya selama hampir 30 tahun. Ia pulalah yang mendirikan Buitenzorg Landbouw Hogeschool,  cikal bakal dari Institut Pertanian Bogor. Treub menjabat sejak tahun 1880 hingga 1905.
Bangunan di sebelah Treub Laboratorium, yang sekarang menjadi Wisma Tamu Nusa Indah, dahulunya adalah rumah dimana Melchior Treub tinggal.
Silakan perhatikan, dua foto pada bagian ini . Bisakah Anda mengatakan bahwa kedua bangunan kuno ini tidak menarik? Padahal kedua foto tersebut merupakan hasil tangan amatir penulis.

7. Museum Zoologi


Luangkan waktu Anda lebih banyak disini. Cukup banyak yang dapat dilihat dan dipelajari. Apalagi bila Anda ingin mengetahui berbagai spesies fauna yang ada di Indonesia.
Museum Zoologi, meskipun hanya menampilkan berbagai hewan yang diawetkan, tetapi setidaknya menunjukkan keanekaragaman hayati yang ada di bumi Nusantara. Berbagai jenis binatang, mulai dari mamalia hingga serangga bisa dilihat dalam bentuk aslinya.


Kebun Raya Bogor
Diorama Pertarungan Rusa melawan Serigala di Museum Zoologi

Dalam museum ini terdapat banyak diorama dengan yang menampilkan hewan-hewan sebagai aktornya. Tidak hidup tentunya.
Ada diorama yang menampilkan rusa yang sedang bertarung dengan kawanan serigala. Seekor badak dalam ukuran aslinya dalam kaca, hingga berbagai binatang melata seperti ular atau binatang laut seperti kepiting raksasa bisa diamati.
Jumlah aneka binatang yang diawetkan dan ditampilkan dalam museum ini mencapai 2000 spesies yang sebenarnya hanya sebagian kecil dari koleksi yang dimiliki. Bagian besarnya disimpan di museum sejawatnya di kawasan Cibinong Bogor.
Salah satu ikon favorit tempat ini adalah sebuah tulang belulang utuh dari makhluk terbesar di dunia, yaitu paus biru. Untuk memamerkan tulang belulangnya saja dibutuhkan sebuah ruangan tersendiri di dalam museum.
Museum Zoologi juga memiliki sejarah yang sangat panjang. Untuk mengetahui seberapa panjang perjalanan tempat ini , sekaligus mengapa masih banyak warga Bogor yang menyebutnya sebagai Kantor Bulao, Anda bisa kunjungi tulisan Museum Zoologi – Sejarah si Kantor Bulao.
Memang bukan sebuah kebun binatang. Pengunjung tidak akan menemukan hewan-hewan tersebut in action, alias dalam keadaan hidup. Meskipun demikian bisakah Anda mengatakan museum ini sebagat tidak menarik. LB cukup yakin bahwa jawaban Anda akan sama, yaitu menarik. Sangat menarik.
Apalagi kita bisa belajar tentang kekayaan dunia fauna Indonesia. Kita juga akan mengerti, setidaknya tidak merasa heran mengapa pada masa lalu, Belanda banyak mengirimkan para ahlinya untuk mempelajarinya.
Setujukah Anda?

Baiklah. Kalau sudah merasa cukup berkeliaran di tengah-tengah tulang belulang dan hewan-hewan awetan, Anda akan LB bawa ke tempat terakhir. Maaf, bukan tempat menarik terakhir yang ada di Bogor, melainkan lokasi terakhir dari masa Kebun Raya Bogor sebelum tahun 1927.
Heran? Jangan. Bentuk Kebun Raya Bogor yang Anda lihat saat ini lebih luas dibandingkan aslinya. Pada tahun 1927, Kebun Raya Bogor diperluas menyeberangi Sungai Ciliwung ke arah Timur.
Nah, jadi sejak tadi Anda masih berkeliling di area asli Kebun Raya Bogor sebelum perluasan tersebut.
Apakah Anda masih merasa kuat untuk melanjutkan perjalanan? Mungkin Anda perlu menarik nafas sebentar dan tentunya menyeruput kopi yang sudah menanti sebelum menjadi dingin.
Rileks. Berikan kedua mata Anda istirahat sejenak. Anda sudah membaca sebanyak 2,700 kata sejak awal tadi.
OK. Lalu tempat mana yang akan kita tuju. Keluarlah dari jalan yang sama ketika kita masuk ke Museum Zoologi ke tempat dimana Treub Laboratorium berada. Berbeloklah ke arah kanan, alias ke arah Timur. Sesampainya di persimpangan, dimana Monumen Lady Raffles berada, janganlah berbelok ke kanan, kecuali Anda ingin keluar dari Kebun Raya Bogor.
Dari persimpangan tersebut ambil arah lurus. Kurang lebih 150 meter, Anda akan menemukan sebuah jalan kecil di sebelah kanan Anda. Itulah jalan yang akan kita lalui.
Kita akan menuju ke sebuah tempat, yang konon dulunya adalah cikal bakal Bogor. Di lokasi tersebut, diduga, dulu berdiri yang namanya Kampoeng Bogor. Pemukiman penduduk pertama di Kota Hujan.
Meskipun demikian, kali ini yang akan kita lihat bukanlah sebuah perkampungan, melainkan sebuah “gurun” kecil di dalam hutan. Lokasi menarik di sisi Selatan Kebun Raya Bogor tersebut adalah

8. TAMAN MEKSIKO




Kebun Raya Bogor
Taman Meksiko

Gurun kecil yang dimaksud di atas adalah sebuah taman. Bedanya dengan bagian-bagian lain dari Kebun Raya Bogor yang terlihat rimbun dan hijau, Taman Meksiko sebaliknya. Taman ini terlihat gersang, dan sepertinya memang sengaja dibuat demikian.
Berada di Taman Meksiko akan membawa Anda merasakan sedikit suasana tandus sebuah gurun.
Tenang saja, meskipun lebih panas dibandingkan dengan bagian lainnya, Taman Meksiko bukanlah 100% gurun. Angin semilir dari sekelilingnya tetap membuat hawa di sekitarnya sejuk. Belum lagi riuh rendahnya suara kendaraan yang melalui Jalan Otto Iskandardinata akan terdengar disana.
Ratusan jenis spesies tanaman sukulen tersebar di Taman Meksiko. Mulai dari yang kerdil, yang membuat Anda harus membungkukan badan untuk melihatnya, hingga yang dua kali lipat tinggi Anda, ada disini.
Keindahan dan keunikan dunia gurun terpapar disini. Bukan begitu?
Tidak kah Anda melihat beberapa sosok yang membuat tempat ini menjadi lebih unik? Harusnya ya, karena ada tiga sosok bertopi ala negara Amerika Latin di salah satu sudut dengan membawa gitar dan alat musik lainnya. Juga, ada sosok penari tap di atas “panggung”. Silakan teliti terbuat dari apa mereka dengan membaca Taman Meksiko – Gurun di lebatnya hutan.
Nah, inilah tempat terakhir di lokasi asli Kebun Raya Bogor sebelum diperluas di tahun 1927. Bagaimana, masih belum percaya bahwa Kebun Raya Bogor memiliki banyak tempat menarik di dalamnya?
LB harap jawabannya belum, karena dengan itu akan ada alasan untuk membawa Anda menyeberangi Sungai Ciliwung untuk menuju tempat-tempat yang memiliki daya tarik di Kebun Raya Bogor lainnya.
Baik, mari kita seberangi Sungai Ciliwung.



kebun raya bogor
Sungai Ciliwung


Tapi… tunggu dulu. Bagaimana kita menyeberangi Sungai Ciliwung dari arah Taman Meksiko?
Berenang? Tentu tidak. Hanya, kalau Anda sendiri, maka akan mudah atau bila bersama istri atau suami Anda, maka bukanlah sebuah masalah. Hanya, kalau Anda sedang menjalin hubungan dan kebetulan orang tersebut Anda bawa, maka LB perlu menanyakan hal ini kepada Anda berdua.
Beranikah Anda berdua mengambil resiko?
Resiko apa? Resiko menghadapi sesuatu yang memiliki mitos. Mitos yang berkaitan dengan kelanggengan hubungan yang sedang dijalin oleh dua insan manusia. Katanya, menurut banyak orang, bila sepasang kekasih melewatinya, maka jalinan asmara yang sedang dijalin akan kandas di tengah jalan.
Jadi, adakah keberanian dalam diri Anda berdua menantang kemungkinan tersebut. Kalau jawabannya adalah “Ya”, baiklah LB akan membawa Anda menyeberangi Sungai Ciliwung melalui

9. Jembatan Pemutus Cinta




Kebun Raya Bogor
Jembatan Pemutus Cinta

Jangan bayangkan ada penampakan spesial pada Jembatan Pemutus Cinta ini. Bentuknya hanya seperti suspension bridge atau jembatan bersuspensi dimana rangka jembatan tergantung pada kawat tebal.
Jembatan ini berwarna merah dan panjangnya kurang lebih 25-30 meter saja. Dibangun pada saat bersamaan dengan perluasan Kebun Raya Bogor ke arah Timur.
Tidak ada yang istimewa dari segi fisik. Meskipun demikian, jembatan ini akan memacu sedikitnya adrenalin bila Anda beserta pacar melewatinya.
Mitos tentang banyaknya hubungan yang kandas setelah melewati jembatan ini hingga sekarang masih terus terdengar. Beberapa rekan LB sendiri pernah menceritakan mengenai hubungan mereka dengan sang pacar yang berakhir.
Walaupun demikian, kalau mendengar cerita mereka, sepertinya itu hanya kebetulan saja bahwa berakhirnya jalinan asmara terjadi setelah menyeberang melalu jembatan ini.
Mungkin ya mungkin tidak. Resiko Anda tanggung sendiri. LB tidak bisa bertanggung jawab kalau hubungan asmara Anda berakhir setelah itu.
Tidak usah pikirkan mengenai hubungan Anda dengan sang pacar saat ini. LB cukup yakin, bahwa dengan rasa saling antar Anda berdua, mitos ini bisa dipatahkan. Hubungan antar dua insan, haruslah saling percaya, saling menjaga, saling memberi dan saling menerima. Patahkan mitos tersebut dan buktikan bahwa itu hanyalah sekedar isapan jempol saja.
Selepas dari Jembatan Gantung bermitos ini, mari kita rasakan rindangnya suasana di

10. Jalan Kenari II


Tidak perlu banyak kata untuk melukiskannya. Biarkanlah foto di bawah ini yang mengutarakan 1000 kata tak terucap dari LB.


kebun raya bogor
Jalan Kenari II


Bila Anda ingin mengetahui seperti apa Bogor di masa tahun 1970-an, maka jalan ini menunjukkan wujudnya. Deretan Pohon Kenari di kedua sisi jalan, sama persis dengan apa yang bisa ditemukan di era tersebut di hampir semua jalan di Kota Bogor.
Oleh karena itu, pernah di suatu masa, Kota Bogor dikenal juga sebagai Kota Kenari. Alasannya sederhana, dimana-mana akan ditemukan pohon Kenari, dan banyak sekali warga Bogor dulunya mendapatkan penghasilan dari membuat kerajinan tangan dari buah kenari.
Anda bisa memanfaatkan bangku-bangku yang ada di sepanjang jalan ini, ataupun dimanapun Anda mau istirahat. Suasananya sangat teduh dan sunyi. Bagian Kebun Raya Bogor yang ini jarang mendapat kunjungan, memberi keuntungan bagi pecinta kesunyian dan ketenteraman.
Silakan segarkan mata dengan memandang kehijauan yang menguasai hampir sepanjang jalan. Nikmatilah sebelum pohon-pohon kenari ini harus rubuh atau dirubuhkan karena usianya yang sudah sangat tua.
Sudah merasa cukup menikmati udara segar ala Bogor di masa lalu? Mari, kita berjalan kurang lebih 400 meter menuju sebuah jembatan. Kali ini tanpa mitos dan benar-benar hanya untuk menyeberang.
Tujuan berikutnya untuk melihat sebuah kecantikan. Kecantikan yang dipersembahkan untuk seorang wanita cantik dari daratan Eropa, dari Belgia tepatnya. Tempat tersebut adalah sebuah taman, namanya

11. Taman Astrid




 Kebun Raya Blogor
Taman Astrid

Pernah mendengar tentang kecantikan seorang permaisuri Belgia yang merupakan ibunda Raja Boudouin. Cantik sekali. Bahkan melihat fotonya dalam busana masa lalu, kecantikannya tidak kalah dari kecantikan Miss Universe.
Namanya Putri Astrid. Kecantikannya terkenal di seantero jagad pada masanya.
Nama tersebut sekarang menjadi nama Taman yang terletak persis di belakang Pintu IV alias Pintu Khusus Pejalan Kaki Kebun Raya Bogor.
Rumput hijau nan tebal berpadu dengan air mancur , kolam dan bunga Kana merupakan ciri dari Taman Astrid. Kecantikan sang putri seperti hendak diabadikan dalam wujud keindahan taman ini.
Selain kecantikannya, Taman Astrid memiliki dua hal yang pasti akan menarik perhatian Anda. Yang pertama berbenuk sebuah kolam. Jarang yang menyadari bahwa dalam kolam tersebut terdapat sebuah spesies tanaman langka.

Kolam Astrid




Kebun Raya Bogor
Kolam Teratai Raksasa

Kolam ini sering disebut sebagai kolam Astrid. Meskipun demikian tidak jarang juga disebut dengan Kolam Teratai Raksasa, Giant Lotus atau nama latinnya Veronica Amazonica.
Ya, jarang yang melongok sebuah tanaman air yang ukurannya melebihi tampah (alat untuk memilih beras yang dipakai di masa lalu). Jenis Teratai Raksasa ini ketika dewasa daunnya bisa mengangkat seorang bayi di atasnya tanpa takut sang bayi tenggelam.
Hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya daun Teratai yang aslinya berasal dari Sungai Amazon tersebut. Bunganya pun cantik berwarna putih agak kekuningan.
Pemandangan kolam Astrid atau Teratai Raksasa, rasanya akan mengundang Anda untuk menceburkan diri, terutama di musim kemarau.
Jangan lakukan. Daun teratai tidak akan mampu menopang tubuh Anda. Bisa basah kuyup kalau hal itu  Anda lakukan.
Sisi lain dari area di sekitar Taman Asrrid tidak kalah indahnya. Juga sering tidak disadari keindahannya karena bentuknya hanya berupa sebuah jalan. Nama jalan tersebut.
Sebenarnya, ada satu tempat unik lagi di area Taman Astrid yang menarik, yaitu sebuah Kafe. Kafe tersebut namanya cukup unik, yaitu

Kafe Dedaunan (artinya daun-daun)




Kebun Raya Bogor
Kafe Dedaunan atau Grand Garden

atau sekarang disebut dengan Grand Garden. Bukan masakannya, tetapi karena bentuk dan beberapa ornamen yang terdapat di sekitar bangunan kafenya yang mengundang perhatian.
Payung-payung merah peneduh meja dan kursi di teras kafe. Warnanya kontras dengan hijau rumput tebal di area terbuka di hadapannya. Perpaduan merah dan hijau menampilkan sebuah pemandangan unik tersendiri.
Bila didekati, maka akan terlihat pula bahwa satu-satunya kafe di dalam Kebun Raya Bogor ini, sepertinya dirancang untuk menyesuaikan dengan tema sejarah Kebun Raya Bogor. Beberapa patung bernuansa Eropa tampak di bagian muka. Bagian sisirnya, ornamen bernuansa khas Indonesia.
Tempat yang menarik.
Sayangnya, tempat ini berada di luar rute yang sudah direncanakan. Kalau kita harus pergi kesana, maka kita harus berjalan balik cukup jauh.
Oleh karena itu, lebih baik kita palingkan wajah dari tempat itu.
Palingkan wajah Anda ke arah Utara. Pemandangannya seharusnya akan seperti di bawah ini.

Jalan Astrid dan Bunga Tasbih


taman astrid5Apa yang Anda lihat? Hanya jalan? Tidakkah Anda lihat yang lain?
Jejeran bunga berwarna kuning dan merah darah seperti membelah jalan menjadi dua bagian kembar.
Itulah Jalan Astrid. Namanya menyesuaikan dengan area sekitar.
Bunga-bunga yang menghiasi jalan “kembar” ini adalah Bunga Tasbih. Dikenal juga dengan nama Canna Hybrida alias Kana Hias.
Pemandangan semarak ini bisa dinikmati sepanjang kurang lebih 200 meter. Bunga Tasbih disini, mungkin karena cuacanya mendukung, hampir sepanjang tahun mengeluarkan bunga. Meskipun pada musim hujan bunganya sering rontok tersiram air hujan.
Ini adalah salah satu spot yang paling berwarna di Kebun Raya Bogor dimana hijau, merah darang, merah, oranye, kuning semua berbaur seakan ingin mengingatkan untuk apa tempat ini dibuat.
Bila Anda ingin tahu mengapa Taman Astrid dan koleganya dibuat, silakan membaca tulisan Taman Astrid. Ada sedikit cerita tentang latar belakangnya yang mungkin menarik untuk Anda.

Nah, sekarang mari kita coba susuri jalan kembar ini sambil menikmati keindahan bunga Tasbih. Tujuan kita kali ini, tidak memiliki nilai sejarah yang tinggi karena baru dibangun di tahun 2002 yang lalu.
Meskipun demikian, tempat ini pantas mendapat perhatian karena menyimpan cukup banyak keanekaragaman sebuah spesies tanaman Indonesia. Tempat tersebut bernama

12. GRIYA ANGGREK



Kebun Raya Bogor
Rumah Anggrek

Ya, sesuai namanya, inilah bagian Kebun Raya Bogor yang dikhususkan sebagai tempat menyimpan kurang lebih 500 spesies anggrek. Bukan hanya yang diambil dari berbagai hutan di Indonesia tetapi juga berbagai jenis anggrek hibrida alias hasil silangan.
Namanya kadang disebut Taman Anggrek atau Rumah Anggrek. Meskipun demikian, greenhouse atau rumah kaca ini diberi nama Griya Anggrek pada saat diresmikan.


Kebun Raya Bogor Rumah Anggrek
Anggrek di Rumah Anggrek

Pemandangan dalam Griya Anggrek memukau karena Anda akan melihat anggrek seperti bergantungan di dalam rumah kaca tersebut. Berbagai jenis anggrek bisa ditemukan disini. Untuk membedakannya, sayap kiri Griya Anggrek adalah untuk anggrek spesies atau anggrek alam. Sedangkan sayap kanan untuk anggrek hibrida.
Percayalah. Tempat ini akan membuat Anda betah berlama-lama disini. Kalau Anda membutuhkan oleh-oleh ala Kebun Raya Bogor, rasanya sepot anggrek dari Griya Anggrek adalah yang paling pantas. Anda bisa membelinya langsung disini karena Griya Anggrek juga berfungsi sebagai toko.
Setujukah bahwa tempat ini termasuk dalam kategori menarik?
Kalau Anda belum bisa memutuskan untuk membeli anggrek mana yang hendak dibawa pulang, bagaimana kalau kita lanjutkan perjalanan kita dahulu. Jika Anda pulang melalui Pintu III Kebun Raya Bogor, Anda bisa mampir sebelum pulang. Jaraknya sangat dekat sekali.
Tunggu, kemana kita harus mengarah setelah keluar dari Griya Anggrek? Ada beberapa tempat di sekitar rumah kaca ini. Ada Herbarium, Orchidarium, Laboratorium Kultur Jaringan dan ada pula Koleksi Tumbuhan Obat. Hanya terus terang, kalau Anda tidak berniat belajar, tempat-tempat ini akan sulit menarik perhatian.
Bagaimana kalau kita ke “Taman Rahasia”?
Sebenarnya bukanlah rahasia. Taman ini tempatnya agak terpencil di sudut paling utara Kebun Raya Bogor. Seringkali luput dari perhatian pengunjung sehingga terkesan tersembunyi.
Padahal “Taman Rahasia” ini paling enak sebagai tempat keluarga berkumpul. Tidak terlalu ramai, mempunyai tanah lapang yang cukup luas, dan juga tempat teduh jikalau matahari sudah naik ke atas kepala.
“Taman Rahasia” ini juga cukup spesial karena ada sosok unik yang kadang tidak diketahui pengunjung. Untuk melihatnya harus dari tempat yang tinggi. Sulit bagi pengunjung untuk mengetahui sosok di taman ini kalau dari tempat yang datar saja.
“Taman Rahasia” ini memiliki nama, yaitu

13.TAMAN SOEDJANA KASSAN atau SUJANA KASSAN



Taman Soedjana Kassan
Garuda di Taman Soedjana Kassan

Nah, kalau Anda berada di Taman Soedjana Kassan ini, cobalah temukan sosok lambang negara Indonesia disana, yaitu Garuda Pancasila. Cobalah dari berbagai sudut yang mungkin menunjukkan adanya sosok burung garuda di taman yang juga dikenal sebagai Taman Lebak Soedjana Kassan itu.
Mengapa ada garuda di taman tersebut dan siapa itu Soedjana Kassan, mungkin Anda harus membaca tentang taman ini di tulisan sebelumnya, Taman Soedjana Kassan – Sosok Garuda di Keindahan.
Ini salah satu spot yang menyenangkan untuk dikunjungi. Di bagian undakan, terdapat akar-akar gantung tua dan berukuran besar sehingga orang dewasa pun bisa berayun tanpa takut akar putus.
Silakan coba sendiri kalau Anda tidak percaya. O ya , jangan lupa memainkan kamera Anda. Ini salah satu spot yang akan menghasilkan foto-foto yang bagus kalau Anda bisa menemukan sudut yang tepat.
Tantangan satu lagi, coba hasilkan foto Garuda yang ada disini sehingga sosoknya terlihat jelas. Kalau bisa, tolong kirimkan kepada LB, karena sudah mencoba berbagai sudut, hasilnya belum memuaskan.
Bagaimana, bisa tolong saya?

OK. Perjalanan kita berkeliling Kebun Raya Bogor sudah mendekati akhir atau berakhir sampai disini. Tempat selanjutnya apakah perlu dikunjungi atau dilewatkan, keputusan akan LB serahkan kepada Anda.
Yang bisa dijelaskan tentang tempat ini adalah tidak ada catatan tertulis yang mendukung teori tentang keberadaan tempat ini. Meskipun demikian banya orang percaya akan kebenaran kisah di balik keberadaan tempat ini. Belum ada penelitian tentang lokasi menarik yang dimaksud.
Selain itu, secara resmi lokasi terakhir yang disebutkan di atas tidak berada dalam pengelolaan LIP (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sebagai yang berwenang mengelola Kebun Raya Bogor. Tetapi, memang tidak bisa dibantah lokasi ini berada di dalam Kebun Raya Bogor.
Tempat yang dimaksud adalah

14. Makam Mbah Jepra




Kebun Raya Bogor
Kompleks Makam Mbah Jepra

Kalau Anda memutuskan untuk melihatnya, maka kita harus menyeberang ke bagian lama Kebun Raya sebelum 1927. Tidak terlalu jauh. Dari Taman Soedjana Kassan ada jembatan gantung satu lagi, juga berwarna merah untuk menuju Makam Mbah Jepra.
Kompleks Makam Mbak Jepra ini menyimpan misteri bukan hanya karena “mitos” . Dari sisi arkeologi dan sejarah, kalau terbukti maka komplek makam ini adalah sebuah bukti tentang asal usul Bogor dan usia Kota Hujan ini.
Alasannya sederhana, dalam kompleks ini diyakini adalah pemakaman bagi tiga tokoh penting dari Kerajaan Pakuan Pajajaran yang dulu beribukota di Bogor. Salah satu makam, diyakini oleh banyak orang, sebagai makam dari istri kedua dari Prabu Siliwangi, Sang Raja Pajajaran.
Kalau itu terbuktikan, berarti usia makam ini 300 tahun lebih tua dibandingkan usia Kebun Raya Bogor dan 230 tahun lebih tua dari umur Istana Bogor. Prabu Siliwangi sendiri berkuasa di tahun 1482.
Itulah sebuah teka-teki yang perlu digali lebih dalam. Nilai sejarahnya terlalu tinggi.
Suasana di sekitar kompleks makam Mbah Jepra sendiri memang terasa mencekam. Mungkin karena cerita mengenai keangkeran tempat ini sudah menyebar kemana-mana. Banyak kisah orang “celaka” karena berbuat tidak pantas di sekitar area ini. Konon, hal itu disebabkan oleh kemarahan Mbah Jepra yang tidak mau tempatnya dikotori oleh perbuatan tak pantas.
Untuk mendapatkan cerita sedikit lebih panjang dan siapa nama yang konon merupakan istri Prabu Siliwangi itu, bisa kunjungi Mbah Jepra – Mitos atau bagian dari sejarah.
Keputusan apakah Anda ingin merasakan sendiri suasana disana, berada di tangan Anda (dan siapapun yang bersama Anda).
Bila keputusannya adalah Anda sudah merasa cukup, maka LB akan memahami. Tidak akan ada komplen.

Nah, dengan begitu tugas LOVELY BOGOR menjadi tour guide bagi Anda selesai hingga disini. Setelah 5,300 kata dan 25 gambar, LB merasa sudah saatnya kita berpisah. Mata Anda tentu sudah lelah , tidak bedanya dengan kaki kalau kita melakukan ini di dunia nyata. Oleh karena itu, LB akan antarkan Anda menuju ke Pintu III Kebun Raya Bogor yang merupakan pintu keluar terdekat dari sini.


Terima kasih banyak atas perhatiannya dan telah menemani LB berkeliling. Mohon dimaafkan apabila ada kata-kata salah yang tidak sengaja tertulis.
O ya sebelum berpisah, kalau Anda berkenan, bisakah LOVELY BOGOR meminta bantuan?
Bila Anda berkenan, bisakah kiranya membagikan cerita perjalanan kita di Kebun Raya Bogor versi dunia maya ini kepada rekan, saudara, kerabat dan siapapun yang Anda kenal. Siapa tahu mereka ingin pergi kesana tetapi tidak mengerti harus menuju bagian yang mana. Siapa tahu, cerita ini bisa memberikan gambaran sekilas tentang Kebun Raya Bogor.
Itu saja.
Sebagai penutup LOVELY BOGOR ucapkan selamat beristirahat.



Kebun Raya Bogor
Pintu III Kebun Raya Bogor